Review Film : Kimi no Na wa (2016) - myfav

by - February 09, 2017

Hasil gambar untuk kimi no na wa wallpaper
Tanggal rilis: 7 Desember 2016 (Indonesia)
Sutradara: Makoto Shinkai
Lagu unggulan: Zen Zen Zense
Tokoh: Shinta Takagi, Tsukasa Fujii, Futaha Miyamizu, lainnya
Produser: Genki Kawamura, Noritaka Kawaguchi
Indonesia: Your Name

Indonesian Translate
Mitsuha Miyamizu, seorang siswi sekolah menengah atas yang tinggal di desa fiktif bernama Itomori di daerah pegunungan Hida Prefektur Gifu, mulai bosan dengan kehidupannya di pedesaan tempat dia lahir dan berharap dapat terlahir menjadi pemuda tampan yang hidup di Tokyo pada kehidupan selanjutnya. Kemudian, Taki Tachibana, seorang siswa sekolah menengah atas yang tinggal di Tokyo, terbangun dari tidurnya dan menyadari bahwa dirinya adalah Mitsuha, yang entah bagaimana bisa masuk ke dalam tubuh Taki.

Taki dan Mitsuha menyadari bahwa mereka berdua saling memasuki tubuh satu sama lain. Mereka mulai berkomunikasi satu sama lain dengan saling meninggalkan catatan di kertas maupun melalui memo di ponsel mereka. Seiring dengan berjalannya waktu, mereka semakin terbiasa dengan pertukaran tubuh ini serta mulai mencampuri kehidupan satu sama lain. Mitsuha membantu Taki untuk menjalin hubungan dengan seorang wanita rekan kerjanya yang bernama Miki Okudera, sehingga akhirnya Taki dapat berkencan dengan Miki. Sementara itu, Taki membantu Mitsuha agar lebih dikenal di sekolahnya. Mitsuha kemudian memberitahu Taki mengenai sebuah komet yang diramalkan akan melintas dekat Bumi dalam beberapa hari mendatang, dan betapa tertariknya dirinya untuk dapat melihatnya, karena waktunya bertepatan dengan festival di desa Itomori.

Pada suatu saat, nenek dari Mitsuha bertanya kepada Taki yang berada di dalam tubuh Mitsuha, "Kamu masih bermimpi, kan?", dan bercerita bahwa keturunan Miyamizu terkadang mengalami mimpi tentang kehidupan orang lain. Keesokannya, Taki tiba-tiba kembali terbangun di tubuhnya sendiri. Saat bertemu dengan Miki, kencannya berakhir gagal. Miki meninggalkan Taki, mengatakan bahwa dirinya menyadari bahwa ada orang lain yang dipikirkan oleh Taki. Semenjak itu, Taki dan Mitsuha tidak pernah bertukar tubuh lagi. Taki kemudian mencoba menghubungi Mitsuha, namun tidak berhasil. Dia akhirnya memutuskan untuk menemui Mitsuha secara langsung dengan mengunjungi tempat kelahirannya.

Tanpa mengetahui apa nama desa Mitsuha dan di mana lokasinya, Taki melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Hida, dengan hanya mengandalkan sketsa pemandangan desa yang dia lukis berdasarkan ingatannya. Akhirnya, di sebuah restoran yang dia kunjungi bersama Miki dan seorang rekan kerjanya yang lain Tsukasa Fujii, seorang pelayan mengenali sketsa Taki sebagai desa Itomori, dan mengatakan bahwa desa tersebut dahulunya sangat indah. Namun kini desa tersebut dan wilayah di sekitarnya telah hancur serta menjadi kawah raksasa karena dihantam pecahan komet Tiamat yang jatuh tiga tahun lalu. Saat membaca catatan kejadian, Taki menyadari bahwa kejadian ini telah menewaskan sepertiga penduduk. Taki juga menemukan nama Mitsuha dan juga kedua temannya, Katsuhiko Teshigawara dan Sayaka Natori, yang tertera dalam daftar korban. Taki kemudian diantarkan oleh pelayan tersebut menuju lokasi kawah. Di sana, Taki mencari memo yang pernah Mitsuha buat pada ponselnya untuk memastikan bahwa dirinya tidak sedang bermimpi. Namun ternyata semuanya telah menghilang.

Berusaha agar dapat terhubung kembali dengan Mitsuha, Taki kemudian memberanikan dirinya untuk pergi seorang diri ke kuil keluarga Mitsuha yang terletak di sebuah gunung dekat Itomori. Menyadari bahwa linimasa dirinya dan Mitsuha sebenarnya terpaut beberapa tahun selama ini, Taki meminum kuchikami-zake, sejenis arak beras yang dibuat dengan cara mengunyah nasi di dalam mulut, yang pernah dibuat oleh Mitsuha saat menjalani tradisi gadis kuil dan ditinggalkan di dalam kuil tersebut sebagai persembahan. Dia berharap dapat terhubung kembali dengan tubuh Mitsuha sebelum komet menghantam. Taki berhasil terbangun di tubuh Mitsuha pada pagi hari sebelum festival, dan menyadari bahwa dia masih punya waktu untuk menyelamatkan desa tersebut. Dia meyakinkan teman-teman Mitsuha perihal komet tersebut dan meminta bantuan mereka untuk mengevakuasi desa. Sambil menjalani rencananya, Taki menyadari bahwa Mitsuha juga berusaha mencarinya dengan menaiki kereta api ke Tokyo, dan mungkin kini Mitsuha sedang berada di tubuhnya di dalam kuil. Taki kemudian mengunjungi kembali gunung tempat kuil tersebut berada untuk menemui Mitsuha.

Sebelumnya, Mitsuha tidak dapat menemukan Taki di Tokyo dan kembali ke desanya dengan perasaan sedih. Dalam perjalanan, Mitsuha kemudian bertemu dan mengenali Taki. Namun karena linimasa dirinya sebenarnya berada di masa lampau, Taki tidak dapat mengenalinya. Kini Mitsuha terbangun kembali dalam tubuh Taki yang berada di dalam kuil keluarganya, lalu naik ke puncak gunung. Taki pun sudah tiba di puncak gunung. Meskipun mereka dapat merasakan keberadaan satu sama lain, mereka tidak dapat saling melihat satu sama lain karena berada di masa yang berbeda. Saat matahari mulai terbenam, baik Taki dan Mitsuha menyadari bahwa ini adalah waktunya kataware,[a] sehingga mereka kembali ke tubuh masing-masing, dan dapat saling melihat satu sama lain. Taki mengingatkan Mitsuha untuk meyakinkan ayahnya yang merupakan walikota Itomori untuk mengevakuasi seluruh desa. Mereka juga memutuskan untuk saling menuliskan nama mereka di tangan mereka agar mereka tidak melupakannya ketika kembali ke linimasa asli mereka masing-masing setelah matahari terbenam. Sebelum Mitsuha sempat menuliskan namanya, matahari sudah terbenam, dan mereka kembali terpisah. Seiring dengan berjalannya waktu, ingatan mereka perlahan mulai menghilang, dan pada akhirnya mereka tidak dapat lagi mengingat nama satu sama lain serta peristiwa-peristiwa yang telah mereka alami. Dalam upaya terakhirnya, Mitsuha membuka telapak tangannya, dan menyadari yang Taki tuliskan bukanlah namanya, tapi "Aku cinta kamu". Dengan penuh keyakinan dan semangat baru, Mitsuha kembali menemui ayahnya sebelum pecahan komet jatuh dan menghantam Itomori.

Delapan tahun kemudian, terungkap bahwa Mitsuha berhasil membujuk ayahnya untuk melakukan evakuasi terhadap penduduk di distrik sekitarnya sehingga penduduk desa Itomori berhasil diselamatkan tepat waktu. Sementara itu, Taki yang telah lulus dari universitas dan sedang mencari pekerjaan, memiliki perasaan bahwa ada sesuatu yang hilang pada dirinya. Dia menemukan bahwa dirinya tertarik dengan hal-hal yang berkaitan dengan Itomori, seperti majalah dan penduduk yang dirasanya familiar, yang sebenarnya pernah dia temui saat berada di tubuh Mitsuha. Saat bepergian dengan kereta api yang terpisah, Taki dan Mitsuha saling tertegun melihat satu sama lain ketika kedua kereta tersebut berpapasan. Mereka kemudian turun di pemberhentian selanjutnya untuk saling mencari satu sama lain. Akhirnya mereka saling bertemu di sebuah tangga, dan karena mereka merasa sepertinya saling mengenal, mereka saling menanyakan nama.

English Translate
Mitsuha, a high school girl living in the town of Itomori in Japan's mountainous Hida region, is bored of country life and wishes she were a handsome Tokyo boy. With her younger sister and grandmother, she makes kuchikamizake sake and leaves it as an offering in the family tomb on a mountaintop outside the town.

Some time later, she and Taki, a high school boy living in Tokyo, begin switching bodies intermittently. They communicate by leaving notes in Mitsuha's notebook and memos on Taki's phone. As time passes, they begin to intervene in each other's lives. Mitsuha helps Taki develop a relationship with his coworker Miki, while Taki helps Mitsuha become popular in school. Mitsuha tells Taki about a comet expected to pass Earth in a few days' time, on the day of her town's festival.

One day, Taki wakes up back in his body. After an unsuccessful first date with Okudera, he tries to contact Mitsuha but fails. He decides to visit her hometown, but does not know its name. A restaurant owner in Hida recognizes the town from Taki's sketch and tells him it was destroyed by a fragment of comet three years ago. Taki finds Mitsuha's name in the records of fatalities.

Taki goes to Mitsuha's family shrine and realizes that he and Mitsuha's timelines were not concurrent. He finds the kuchikamizake and drinks it, hoping to reconnect to her body before the comet strikes. He wakes up in her body on the morning of the festival and convinces her riends to help him evacuate the village. Taki realizes that Mitsuha might be in his body at the shrine and goes back to the mountain.

Mitsuha wakes up in Taki's body at the shrine, and although they each other's presence on the mountain, she and Taki are separated by time. They realize it is twilight,[8] travel back to their own bodies, and finally meet. Taki tells Mitsuha to convince her estranged father, the mayor of Itomori, to evacuate the town. They write each other's names on their hands as they return to their respective timelines, but Mitsuha disappears before she can write hers.

Their memories of each other start to fade. Mitsuha realizes that Taki wrote "I love you" on her hand instead of his name. Mitsuha confronts her father and convinces him to evacuate the town. The comet piece crashes to Earth, destroying Itomori, but most of its citizens survive.


Eight years later, Taki has graduated from university and is searching for a job, but has a sense of missing something important. He recognizes Mitsuha's friends in a Tokyo restaurant, but cannot place them. Eventually, Taki and Mitsuha recognize each other when their trains draw parallel. They disembark and search for one another, finally meeting on a staircase. Feeling as though they have met before, they ask for each other's name.

source: wikipedia

You May Also Like

0 komentar