Saturday, February 4, 2017

Review : Film Moana (2016)

Gambar terkait

Hai, guys. Sebelum ini shafia blum pernah posting review. Kali pertama ini shafia post review film favorit. Film Moana yang baru kelar tahun kemarin ini baru aja shafia tonton setelah dapet film dari DVD-nya.

Moana (Auli'i Cravalho) itu gadis dari kepulauan Hawaii, Polynesia, adalah putri dari kepala desa Tui (Temuera Morrison) yang sedari kecil dijauhkan dari laut yang katanya berbahaya dan yang membuat Moana kecil ingin melanggarnya.
Awal kisah seperti menceritakan legenda bangsa, Te Viti. Te Viti adalah dewi yang memberikan kehidupan pada makhluk hidup seperti pencipta lewat hatinya. Hati Te Viti dicuri oleh Maui (Dwayne Johnson), yang menyebabkan Te Viti murka dan berubah menjadi TeKa, monster lava yang menyebabkan kehidupan hancur.
Menyadari kisah ini nyata, Moana terpaksa pergi ke lautan sana untuk menjadi Maui dengan dorongan besar dari sang nenek si wanita gila di desa (Rachel House). Dalam perjalanan, Moana yang menaiki kano (masih belajar kano) bersama Heihei, ayam peliharaannya yang kurang waras, bertemu dengan Maui yang tidak mau membantu mereka mengarungi lautan mencari Te Viti.

Review lain :
Jalan cerita khas film-film Disney pendahulunya
Disutradarai oleh Ron Clements dan John Musker yang sudah berpengalaman sebagai penulis film-film lawas Disney seperti The Little Mermaid dan Aladdin, Moana memang bisa dibilang “sangat Disney” — magical, namun klise. It’s just another story tentang putri pemberani yang mencari takdirnya, pergi berpetualang, diselingi banyak adegan nyanyi, lalu dengan segala keajaiban akhirnya bisa kembali dengan selamat.
Belakangan ini Disney sedang getol ‘meracik ulang’ formula ini dengan bumbu-bumbu modern dan feminisme, yang terbukti sukses besar lewat Frozen (2013). Dibandingkan Frozen yang sarat dengan pesan modern anti-Disney-klasik seperti “tidak semua Prince Charming itu baik” atau “jangan menikah dengan sembarang pria”, Moana ini rasanya agak hampa; mudah ditebak dan tidak menawarkan sesuatu yang baru.

Animasi dan soundtrack yang ciamik
Meski begitu, Moana tetap bisa dimaafkan berkat animasinya yang ciamik. Lautan biru, pasir putih, dan hutan tropikal yang asri digambarkan dengan sangat detail dan realistis, membuat penonton merasa berada di tengah hangatnya Kepulauan Polynesia. Lagu-lagunya pun sangat menyenangkan hati dan sesuai dengan suasana etnik. Tak heran, karena soundtrack Moana digubah oleh Lin-Manuel Miranda, pencipta teater musikal Hamilton yang menyabet Tony Awards, Grammys, hingga Pulitzer. Walau pun ada beberapa lagu yang rasanya penempatannya kurang pas dengan adegan, tapi suara merdu Auli’i Cravalho dan Dwayne ‘The Rock’ Johnson pantas diacungi jempol. Siap-siap menahan haru biru di bagian ending ya, karena musiknya menggugah banget!
Chemistry yang tercipta antara Auli’i dan The Rock tak perlu diragukan lagi. Keduanya sangat kompak dan menghibur. Sayang, Maui yang sangat ditonjolkan di trailer, ternyata porsi perannya tidak begitu banyak; kesannya hanya sebagai tokoh sampingan saja. Begitu juga dengan pentolan The Pussycat Dolls, Nicole Scherzinger yang diusung sebagai peran sang ibu, ternyata sama sekali tidak signifikan.

sumber : https://id.bookmyshow.com

1 comment: