re-30 Days Blog Challenge (4)

by - December 05, 2017

Day Four
Assalamu'alaikum, teman-teman! Fia kembali mencatat blog challenge hari keempat! Yak, sebelumnya Fia sudah post ini namun ternyata salah~ XD. Kak Ai sudah menjelaskan ke Fia bahwa dua gabungan kata pet peeves itu bermakna lain daripada arti yang didapat ketika kita menerjemahkannya ke dalam bahasa kita sesuai per kata. Jadi, pet peeves itu ternyata adalah hal-hal atau perbuatan (anggap saja kejadian atau peristiwa) yang menyebalkan. So, tidak lama-lama, Fia mau posting blog challenge demi mengejar waktu!

1. Pendaftaran Sekolah
Sebelum sekolah SMA, Fia adalah homeschooler. Fia mengikuti program homeschooling selama kurang lebih 4 tahunan, sejak kelas 5 SD semester dua. Nah, Fia memutuskan untuk melepaskan homeschooling ini dan memilih untuk mengikuti pendidikan formal seperti kebanyakan anak lainnya dengan satu alasan; Fia mau nulis cerita novel tentang anak sekolahan (anak SMA) tapi Fia enggak tau apa-apa soal SMA, apalagi masa orientasinya dan lain sebagainya. Jadi, sebagai penulis yang baik (ehem, ehem), Fia harus mencari pengalaman dengan apa yang mau Fia tulis.
Fia terinspirasi untuk mencari pengalaman untuk menulis itu dari Andrea Hirata. Siapa sih yang enggak tau Andrea Hirata, penulis tetralogi Laskar Pelangi? Katanya, Andrea Hirata pun bolak-balik jalan-jalan di Bangka Belitung, juga ke London de-el-el untuk cerita si Ikal.
Jadi, Fia pun mendaftar masuk sekolah. Fia memikirkan segala kemungkinan-kemungkinan yang mau Fia masukkan ke dalam naskah Fia. Jadi, di ceritanya itu, ada seorang anak cowok yang masuk SMA favorit. Jadi Fia harus masuk SMA favorit juga. Kebetulan, Fia sudah waktunya lulus tingkat SMP, kemudian Fia ikut ujian paket persamaan dengan homeschooler lainnya (salah satu homeschooler-nya adalah James Patrick Oentoro, juara olimpiade matematika, ada yang tau?).
>> Konflik : baca di SINI
Ya, itu nyebelin banget, apalagi waktu itu Fia lagi agak demam, jadi puyeng. Tapi walau menyebalkan, punya akhir yang menyenangkan. ^_^

2. Tugas Bahasa Inggris
Fia itu salah satu dari banyak murid yang suka sekali bahasa Inggris. Awal-awal masuk sekolah, guru bahasa Inggris Fia sudah ngasih tugas untuk dikerjakan selama beliau rapat. Fia dengan semangat mengerjakan, sementara teman-teman Fia menikmati jam kosong ini, sambil joget dan nyanyi (pokoknya ribut). Namun rupanya tugas yang diberi itu banyak sekali, jadi hari itu Fia tidak bisa kerjakan.
Malamnya di rumah, Fia lembur untuk ngerjain, soalnya besoknya jam guru tersebut ada lagi. Jadi Fia enggak mau menyia-nyiakan untuk mendapat nilai bagus di bahasa Inggris. 😎
Besoknya, guru itu tidak datang lagi. Fia lupa karena apa, pokoknya akhirnya ada jam kosong lagi. Fia mau tanya teman-teman tentang nasib tugas itu, tapi Fia terlalu malu untuk menyela mereka yang lagi tertawa-tawa senang di kelas #dulu.
Sampai minggu depan, Fia masih ingat tugas itu. Karena ingin dapat nilai lebih bagus, Fia salin ulang jawaban tugasnya di kertas yang baru dan tulisan Fia dirapikan, dikasih warna-warni spidol (yang spidolnya sekarang patah dan ilang semua).
Begitu masuk jam pelajarannya guru itu, Fia menunggu beliau untuk menyuruh kami mengumpulkan tugas. Tapi sampai setengah jam pelajaran, beliau tidak menyebut-nyebutnya.
Alhasil, teman Fia ada yang berani tanya soal tugas itu. Beliau hanya menjawab, "Oh, enggak usah dikumpulkan ndak apa."
Beberapa teman Fia yang cenderung teladan, mengeluh. Namun sebagian besar, bersorak karena mereka belum buat tugasnya. Ditambah, hari itu guru tersebut pun menyuruh kami untuk bikin tugas tambahan. Fia bingung antara males mengerjakan atau mending mengerjakan bila suatu saat ditanyakan.

3. Ngedit blog
Enggak jarang blogger merasakan hal ini. Waktu itu, Fia bosan sama style blog Fia. Jadi Fia ganti lagi style-nya, mulai dari NOL. Yup, semuanya, Fia benar-benar serius mengedit blog, dari model, tema warna, memasang widget ini dan itu, menggantik cursor, membuat header, memasang header, mengatur panjang main body, mencari-cari font yang cocok di google font, sampai ke background-background-nya Fia bikin sendiri di photoshop. Itu bukan hal yang mudah, loo -_-)\\ capek.
Dan waktu Fia sudah selesai, tinggal pasang chatbox aja, (TINGGAL SATU HAL, PASANG CHATBOX), satu kota siang itu, listrik padam.

Hasil gambar untuk upset gif tumblr
K-Z-L
Percaya atau enggak, Fia nangis diem-diem di kamar karena kesal dan pusing.

4. Download film
Subuh-subuh, jam tigaan Fia udah bangun untuk tahajud + main internet mode malam. Fia langsung download film saat itu juga, dengan sisa kuota internet yang ada di komputer. Nah, di layar komputer, ada garis abu-abu panjang sebagai garis loading. Garis itu diisi oleh garis biru, yang terus memenuhi garis abu-abu sebagai tanda seberapa banyak isi film yang diunduh. Itu lama sekali, sampai jam setengah lima pun belum selesai. Tapi Fia dengan sabar menunggu ^3^)*//
Garis biru itu tinggal setengah senti lagi memenuhi garis abu-abu. Tiba-tiba berhenti. Lima belas menit lamanya Fia nunggu garis biru jalan lagi, tapi tak kunjung jua. Akhirnya Fia cek kuotanya, khawatir kalau habis. Dan ternyata memang habis.

5. Direndahkan
Fia kenal satu orang di sekolah yang merendahkan anak-anak kelas bahasa. Yah, tentang bahwa mereka itu tidak terlalu pintar, makanya nemnya rendah-rendah dan masuk bahasa, bukan ipa atau ips. Padahal, percaya atau enggak, Fia dan teman-teman Fia semua memilih masuk kelas bahasa daripada lainnya karena mereka punya tujuan. Seperti ingin bekerja di hubungan internasional, ingin jadi sastrawan, pemain film (iya, ada loh), ingin kuliah di luar negri (jadi harus menguasai bahasa asing juga), dan lain-lain.

Yah, segitu dulu saja, deh. Maaf ya, kalau kalimat dan kata-katanya enggak bisa dipahami. Fia jarang dan enggak berpengalaman dalam menulis pengalaman sendiri soalnya :p
Waassalamu'alaikum.

You May Also Like

2 komentar

  1. Woah, yang nomor 3 sama 4 bener tuh //

    Menurut Kak Ai, jurusan bahasa itu bagus malah, bisa dibawa ke mana-mana (?). :3

    Btw, kapan-kapan posting tentang pengalaman Fia di jurusan bahasa, dong. Apa aja bidang studinya (?) atau kayak apa, sih, tugasnya *v*)/ hehe ~ Di sekolah kakak dulu ada, sekarang nggak lagi :"D Pengen, sih //

    ReplyDelete
    Replies
    1. haha, iya Kak~ jurusan bahasa bisa dibawa kemana-mana
      sip, Kak~ insya Allah Fia ceritain semuanya ;D

      Delete