Wednesday, March 21, 2018

Miracle of IBB 1.2 SMANSSA

Assalamu'alaikum. Konbanwa, minna-san! Menjelang tengah malam di tempat Fia, tapi sepasang mata ini tetap melek tanpa sedikitpun rasa kantuk yang menyerang, menghadapi terangnya layar kaca komputer yang menyala, jari jemarinya menari-nari di atas keyboard, menuliskan artikel, challenge, dan diari di blog ini. Sesuai janji Fia kepada Kak Ai~ sudah lama janjinya, tapi belum dituntasin ^3^)// Malam ini, kita bersama akan membahas tentang IBB 1.2 SMANSSA. Yeayy...!! Give me aplaus!


= FACTS =

KELAS YANG DIHUNI OLEH FIA
Kelas IBB 1.2 dipahami sebagai kelas Ilmu Bahasa dan Budaya 1, semester dua. Ruang kelas ini terletak di sebelah kelas IS (Ilmu Sosial) 3.2 yang paling dekat dengan tangga ke lantai dua. Tapi, sejak PTS pertama, penghuninya malah 'tinggal' di ruang teater (ruang yang lebih luas, lebih cerah, lebih lengkap fasilitasnya, de el ellll!!), di lantai atas, dikarenakan ruang kelas yang asli dipakai guru lain.

waktu pelajaran agama Islam
Hayo hayoo... silakan cari Fia yang mana~ 😍

JUMLAH PENGHUNI YANG SANGAT SEDIKIT
Yakk~ IBB atau kelas Bahasa dikenal dengan jumlah peminatnya yang sangat sedikit, berhubung sistem pendidikan Indonesia beberapa tahun yang lalu menyimpan anak-anak dengan nilai kecil di kelas paling bawah, yakni Bahasa. Karena itu, sebagian besar orang yang belum tau bakal berpendapat kalau kelas IBB adalah anak-anak yang kurang pintar... sudahlah. Sudah nasib. 😭 Kata mereka, anak-anak IBB adalah anak-anak yang kepepet sama anak-anak lain yang lebih pintar. Tapi, faedahnya dianggap gitu adalah - guru ekonomi tercinta jadi sangat sabar mengajari kami, dan caranya mengajar seperti ngajarin anak TK atau PAUD 😂

90% PENGHUNI ADALAH PEMINAT BAHASA
Pada kenyataannya, semua teman-teman sekelas Fia itu memang minat ke Bahasa. Sebagian sih, minat karena mau menjauhi hal-hal berbau fisika dan kimia, atau matematika peminatan. Sebagian lagi karena mereka enggak mau melenceng dari cita-cita. Mau tau cita-cita mereka apa saja?
Ada yang pengin jadi traveler dunia (nguasain bahasa asing duluuu), ada yang pengin kerja di Hubungan Internasional, biar kenal sama dunia gitu. Ada yang mau jadi dubber di Jepang (sugoiiii!!!). Ada yang mau jadi mangaka Jepang juga~ ada juga yang mau jadi penyanyi. Bagusnya, ada yang mau jadi pengusaha, sama kayak Fia wkwkwk 😄. Ada yang mau jadi translator buku dari luar negri, dsb. Dan Fia? Fia sendiri mau jadi sastrawan~ penulis. Plus pengusaha sukses. Aamiin... 😏

yang dilakukan temans Fia ketika jam kosong melanda hari kami
NB : seragam batik kita pakai setiap hari Kamis - dan di foto itu enggak ada Fia lho yaa

WAJIB, PEMINATAN, LINTAS MINAT ATAU LINTAS PAKSA??
Sekarang ini pendidikannya pakai sistem kredit semester. Yaaa~ ada sekolah yang belum menerapkan sistem tersebut, tapi sekolah Fia mah udah. Jadi, sistem ini tuh prosesnya gini : guru sebagai fasilitator. Guru rutin dateng tiap jam pelajarannya untuk ngasih satu materi (kita nyebutnya satu UKBM - Unit Kegiatan Belajar Mandiri). Jadi nanti setiap murid bisa percepatan secara individu. Kalau kita sudah paham apa yang diajari di satu materi tersebut, kita boleh minta ulangan langsung ke gurunya untuk maju ke materi berikutnya. Intinya, dengan sistem ini, setiap anak satu kelas dapat lulus dari sekolah dengan tahun yang berbeda, tergantung kecepatan mereka belajar. Yang jadi masalah, kayaknya guru-guru di sekolah Fia pada enggak terlalu mendukung sistem ini, karena guru-guru di sekolah Fia itu mengatur agar setidaknya sebagian dari kelas itu sama semua kecepatannya. Jadi sebetulnya percuma aja sistem ini diterapkan.

Nah, entah dari sistem ini atau emang sejak dulu sistemnya ada, kami satu sekolah punya lintas minat. Petunjuk, apa itu lintas minat : anak yang masuk jurusan Bahasa juga dapat mempelajari pelajaran yang dipelajari khusus oleh anak-anak jurusan IS dan MIPA. Lintas minat MIPA itu ada pilihan geografi, atau pilih antara tiga bahasa asing (Jepang, Mandarin, Inggris), kerukan pelajaran dari IS dan IBB. IS sendiri punya lintas minat biologi dan bahasa asing, kerukan pelajaran dari MIPA dan IBB. IBB?? Nah~ itu dia. Masalahnya, kami sekelas menyebutnya bukan lintas minat, tapi LINTAS PAKSA. Mengapa demikian? Karena kami tidak diberi pilihan. Tau-tau, kita semua dapat pelajaran Ekonomi dan Geografi sebagai lintas minat~ eh, lintas paksa. Padahal seharusnya kami bisa pilih antara ekonomi, geografi, sosiologi dan biologi. Alih-alih ekonom dan geografi, Fia tuh pengennya pilih sosio sama bio. Tapi sudah nasib T^T

Enggak enaknya lagi, kami punya pelajaran wajib lain yang bukan masuk minat kebahasaan. Satu, matematika. Matematika adalah pelajaran yang paling dibenci oleh teman-teman sekelas. Walaupun, kami semua mencintai matematika ketika kami semua punya guru yang baik, dan pintar dalam mengajarkan. Karena pada kenyataannya, kelas lain yang dapat guru yang berbeda, betul-betul menyukai pelajaran math.
Dua, kami semua harus mengikuti pelajaran Antropologi. Sebenarnya, ini masuk akal karena Antropologi menyangkut budaya-budaya di dunia, dan budaya merupakan salah satu dari pelajaran yang wajib dipelajari anak-anak Bahasa. Tapi, walaupun semuanya menyukai pelajarannya, enggak jarang waktu menjelang ulangan, pada lupa semua apa yang dipelajari. Wkwkwk 😆

DI SAMPING SEMUA ITU ADA MIRACLE OF BAHASA
Alhamdulillah, selama ini Fia dan teman-teman tidak kesulitan menghadapi semua lintas paksa dan pelajaran yang melenceng dari jalan kebahasaan itu >v<
Fia terharu deh, ngeliat temen-temen Fia semuanya pada setia kawan TvT. Kenapa? Karena waktu itu, kita semua dalam posisi kejepit banget. Sehabis jam TIK itu adalah jam math. Jadi kami semua harus pindah kelas ke lab komputer untuk TIK yang jauh dari kelas kami. Pas itu kami lupa waktu (main youtube sih wkwkwk), kelewat setengah jam pelajaran math. Yang jelas, kami berpikir bahwa guru math kami marah besar pastinya, apalagi karena di pertemuan sebelumnya, guru kami sensitif banget dan marah-marah karena kami semua enggak ada yang ngerti-ngerti dan remed terus (lagi PMS kali yak ~ padahal laki-laki). Terus, semuanya panik, ada yang lari-lari duluan, ada yang belum selesai matiin komputer, dsb. Dan ada satu teman Fia menenangkan semuanya, bilang gini, "Udah deh, ga usah panik. Satu telat, telat semua aja sekalian! Satu dimarahin, dimarahin aja semuanya sekalian!"
Walhasil, karena telatnya barengan, Pak Guru susah mau marahinnya, karena marahin kita tuh enggak ada faedahnya kalau enggak ada pihak lain sebagai pihak ketiga yang menonton dan melihat kekurangan kami. Wkwkwk 😆
Dan lagi, waktu PTS terakhir kemarin, kita semua sama-sama ngadepin pelajaran yang gampil banget, yakni sastra Inggris (suwer tekewer-kewer, sastra Inggris itu lebih gampang daripada Inggris wajib). Kami semua dibagi jadi dua kelas, dan satu kelas dengan kakak kelas XI MIPA (yang waktu itu lagi ujian Matematika peminatan). Di kelas Fia, Fia termasuk yang duluan selesai. Kata pengawas ujiannya, yang sudah selesai duluan boleh keluar duluan. Tapi, Fia enggak enak mau berdiri dan meninggalkan bangku sendirian sementara yang lain masih ngerjain, dan dari dua jam yang diberikan sekolah untuk ujian, Fia cuma pake kurang dari setengah jam. Gak lazim kan...
Terus, ada teman Fia yang dari depan noleh ke belakang, "Kamu udah selesai, tho?" Fia ngangguk. Dia bilang dia juga udah. Dia ngajak pergi ke luar kelas, tapi teman Fia yang lain noleh ke kami dan minta tungguin.
Sesaat kami bertiga selesai cepat. Kemudian, ada satu teman lagi yang minta tungguin. Akhirnya kami bertiga nungguin dia. Selama nungguin, satu per satu teman Fia yang lainnya juga udah selesai, ngajakin keluar bareng, tapi akhirnya tetep aja nungguin yang belum selesai.
Detik terakhir teman kami selesai, kami semua berdiri barengan. Dan itu bener-bener bikin tepuk tangan dari kakak kelas membahana sekali TvT katanya mereka kagum sama kesetiakawanan kita. Weheuheuheu...

empat cowok kelas IBB, tanpa sang ketua kelas
SATU LAGI, TENTANG MIRACLE OF BAHASA
Setiap murid di kelas kami mendapat dua sastra wajib: Inggris dan Indonesia. Di sini kami betul-betul belajar kebahasaan, dan walau kedengarannya sulit dipahami, sebetulnya gampang kok.
Setiap murid di kelas kami juga dapat memilih bahasa asing selain Inggris. Antara Jepang, Jerman, dan Mandarin. Seharusnya ada bahasa Arab, Italia, Spanyol, Perancis, Korea, dll. Tapi karena gurunya enggak ada, ya mau apa lagi. Kami kelas Bahasa bareng-bareng kakak kelas Bahasa yang lain otodidak belajar bahasa macem-macem selain Jepang, Jerman, dan Mandarin. Hebat, kan?? Wohooo...
Dan karena jumlah kami sangat sedikit (hanya dengan lima cowok dan tujuh belas cewek), waktu pelajaran olahraga kami jadi dapat jatah istirahat dua kali lipat. Selain itu, kami juga merupakan kelas yang terkenal akan seringnya jam kosong menyerang kelas kami, dikarenakan guru lain lebih fokus ke kelas MIPA dan IS (walau IS juga suka ada jam kosongnya, tapi enggak sesering IBB). Seriiiiing banget, sampai pernah satu kali hari Kamis, kita semua cuma ikut satu pelajaran (dua setengah jam) dari sembilan jam belajar seharusnya. Asiiikkkk...!! Kalau ketinggalan pelajaran, that is no problem, karena kami sekarang ikut sistem kredit semester, kita bisa belajar mandiri tanpa guru, tinggal minta materinya aja.
Enaknya, kami juga mempelajari budaya-budaya dari luar negeri, karena guru-guru berpendapat, anak kelas Bahasa layak mempelajarinya. Yang paling enak itu kelas Jepang, karena kelas Jepang itu belajar bukan cuma bahasanya aja. Tapi kami juga belajar masak masakan Jepang (yang udah pernah itu sushi dan takoyaki, dan kami juga praktek sadou/upacara minum teh hijau Jepang). Aaaaa~ pokoknya, sushi buatan kami itu enak bangetttt ~~

Dan dari semua itu... Fia yang paling muda seangkatan (Fia lahir bulan Mei 2003 cuy) adalah orang yang paling dilindungi oleh teman-teman sekelas. Mereka semua betul-betul protektif kalau kita nobar film yang aneh-aneh dan maksa Fia untuk enggak nonton bagian-bagian itu-itu. Hadeuuhh... mereka nonton apa yak?? Dan juga, Fia adalah murid yang paling jarang dibully, karena sedikit dibully, yang belain banyaknyaaaa minta maaff.

Udah, segitu dulu. Kapan-kapan Fia lanjut lagi kalau sempet.

Bagi yang sudah mau baca dari awal sampai akhir,
Syukron katsiraa ^_^

10 comments:

  1. Yaaa ga tau fia yang manaaa. Kasih tauuu lahh

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayolaaah~ masih rahasiaaa...
      pokonya Fia yang pake kerudung cokelat tua
      wkwkwk

      Delete
    2. Semuanya juga pake kerudung cokelat lahhh

      Delete
    3. o iya yaa~ #soklupa #tepokjidat
      ntar dikasi tau deh kaa~

      Delete
  2. Jadi pengen sekolah di situ juga T^T
    Kakak suka sastra tapi di kota kakak gak ada yang begituan. Jurusan pun cuman IPA IPS doank :3 sedih heuh...

    Ngeliat temen-temen fia yang keliatan dewasa kakak jadi malu... padahal fia line 03 kan ya? kakak yang line 01 aja masih keliatan bocah -_- malu duh,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. ayo aja, Kak~ sekolah sini.. asik lohh
      sahabatku pindahan dari MIPA ada yang asalnya dari Tebingtinggi jugak ^_^

      Delete
  3. Kak Fia yang paling pendek ndaaa? Canda ding wkwk

    Kak Fia yang mana seeee aku tyda know :")

    ReplyDelete
    Replies
    1. nonononono my dear~ tinggiku diatas 160 cm looh ^3^//
      yaaap, yang mana diriku masih rahasiaaa - entar kapan-kapan tak tunjukkan :)

      Delete
    2. Yang paling depan pake peace? '-'

      Aing penasaran qaqaqu cintaquuuuuuu

      Delete
    3. enggak sayangkuu~ kaka itu pokoknya yang cantik ^_^ #plakk

      Delete